Tiga cara yang paling umum untuk memperdagangkan saham

Pertama: Modal yang Intensif

  • Tanpa dana penumpu
  • Membeli saham yang Anda pilih dan bayar lunas
  • Tunggu harga naik, jual saat ada keuntungan dan ulangi lagi prosesnya secara keseluruhan
  • Risiko Tinggi karena sekali Anda memilih saham yang salah, modal Anda terjebak dalam waktu yang lama. Bila Anda ternyata tidak diberi dana penumpu berarti Anda telah membatasi sumber daya keuangan untuk membangun portofolio besar guna menyebarkan risiko Anda.
  • Banyak investor menjual saham yang menghasilkan keuntungan dan menyimpan saham yang dapat menimbulkan kerugian. Fakta membuktikan harga saham dari perusahaan yang bagus akan terus naik nilainya sementara harga dari perusahaan yang kurang menjanjikan akan terus turun lebih rendah. Pada akhirnya tipe investor ini kehilangan kesempatan mendapatkan keuntungan yang besar dan berakhir dengan saham yang buruk tanpa masa depan.

Kedua: Modal Rendah, Risiko Tinggi

  • Akun Margin
  • Setor uang sejumlah X ke Akun Margin dan dapatkan 3-10 kali dana penumpu
  • Mampu menciptakan portofolio saham yang wajar
  • Bunga yang dikenakan atas akun margin sangat tinggi. Pialang sering kali menawarkan tingkat margin yang kompetitif tetapi setelah depresiasi harga saham dan pasar uang menjadi ketat, tingkat margin dapat melambung tinggi karena perhitungan tingkat margin tidak pernah lurus ke depan.
  • Dana penumpu itu seperti pedang bermata dua. Selama waktu-waktu yang bagus, pedangan dapat menghasilkan banyak keuntungan. Selama waktu-waktu yang buruk, pedagang dapat mengalami kerugian modal yang besar dan ditambah bunga margin yang tinggi dan evaluasi portofolio yang rendah; perdagangan margin merupakan bisnis yang sangat berisiko.
  • Untuk mengimbangi bunga margin & kerugian, investor cenderung membeli saham kecil yang murah untuk mendapatkan keajaiban yang biasanya tidak pernah terjadi.
  • Sebagian besar akun margin pada akhirnya ditutup dengan kerugian besar dan jika modal pokoknya terkait dengan kartu kredit; kerugian tersebut dapat memerlukan waktu bertahun-tahun bagi investor untuk membayarnya.

Ketiga: Berspekulasi Tentang Arah Pasar

  • Perdagangan Contract for Differences (CFD)
  • CFD menjadi sangat populer dalam perdagangan saham dan valas dalam beberapa tahun terakhir
  • Dana penumpunya sangat tinggi, bahkan bisa 50x dari saldo akun
  • Di perdagangan CFD, seorang investor tidak benar-benar membeli saham tertentu. Bahkan dia membuat taruhan apakah harga akan naik atau turun. Jika dia menebak dengan benar maka akan mendapatkan keuntungan dan begitu pula sebaliknya.
  • Di Inggris, perdagangan ini juga dikenal sebagai Taruhan Sebaran dan pada kenyataannya merupakan bentuk perjudian.
  • Ini merupakan perdagangan yang super berisiko karena memiliki unsur judi ketimbang investasi.
  • Perdagangan CFD telah dianggap melanggar norma agama oleh sejumlah pemuka agama.
  • Selama gejolak pasar, pedagang CFD tidak akan bisa menutup posisinya karena penyedia likuiditas tidak akan mau menyelesaikan perdagangan terbuka pada harga pasar. Bahkan jika mereka mau menyelesaikan, sebaran atau harga penutupan akan menyebabkan begitu banyak kerugian bagi pemegang akun/pedagang.
  • Bahkan sebagian besar investor yang melakukan perdagangan CFD akan kehilangan semua modal mereka dalam waktu singkat.

 


BISA DIMULAI DARI YANG PALING KECIL YAITU $10

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *